Tantrum pada balita, cara mengatasi tantrum dan manfaat tantrum

oleh

Pernahkah bunda bertemu dengan balita yang sedang menagis dengan mengamuk terkadang sambil memukuli bundanya dan tidak bisa di tenangkan. Bahkan tidak jarang seperti ada yang menyakitinya. Jangan mengakimi bunda nya ya bunda-bunda, dan Jangan heran juga ya bunda balita-balita di usia 15 bulan – 4 tahun seringkali belum mampu mengontol emosi nya. Hingga dia mengamuk, menangis terkadang hanya karena masalah sepele. Balita yang tidak dapat menjelaskan dengan kata-kata hingga emosi si anak menjadi meledak-meledak tidak mampu kita kontrol sering di sebut dengan tantrum.

Hem….kira-kira apa saja ya bunda penyebab dari tantrum, dan bagaimana cara kita menenangkan ketika kita dihadapi masalah seperti itu, apa kah yang harus kita lakukan di saat anak tatrum, dan adakah segi positif dari tantrum buat perkembangan anak.

Dari pada bunda-bunda penasaran, yuk kita bahas tentang tantrum ya bunda.

Penyebab tantrum yang harus bunda ketahui

Untuk memudahkan bunda menenangkan anak bunda di saat sedang tantrum. Bunda harus memahami penyebab dari tantrum pada anak bunda. Secara garis besar penyebab tantrum pada anak terbagi menjadi 2. Pertama penyebab tantrum adalah ekspresi frustasi pada anak. Dia merasa frustasi di karenakan si anak belum bisa mengendalikan emosi, contohnya saja ketika si anak sedang meminta sesuatu tetapi tidak dipenuhi oleh bunda nya. Dia akan merasa tertekan dan mengamuk sebisa anak.

Yang ke-2 tantrum manipulatif, biasanya tantrum ini sering disebut juga berpura-pura, si anak merasa jika dia mengamuk maka bunda atau ayah nya akan memberikan apa yang di inginkan. Oleh sebab itu, bunda jangan terlalu terburu-buru menenangkan si anak saat tantrum karena jika memang dia berpura-pura maka jurus jitu itu akan di gunakan anak untuk memenuhi keinginannya. Bunda cukup bersikap tenang bersiri tegak beberapa meter dari anak. Untuk teyap menjaga dia saat mengamuk. Setelah anak tenang baru lah bunda memberi pemahaman kepada anak bunda, bahwa hal seperti tidak baik tapi ingat ya bunda menyampaikannya pun harus dengan bahasa halus agar anak tidak merasa sedang bunda marahi.

Ciri-ciri tantrum yang melebihi batas normal

  • Anak lebih sering mengamuk dengan durasi sangat lama, coba bunda perhatikan pada saat balita bunda mengalami tantrum apakah dalam sebulan melebihi 10 – 20 kali atau bahkan mencapai 5 kali sehari dengan durasi waktu melebihi 20 menit, jika anak bunda seperti itu maka perlu perhatiaan khusus ya bunda. Dan untuk anak bunda, yang memang sedang menagalami gangguan mental akan lebih sering mengamuk atau tantrum dengan durasi lebih lama dari 25 menit
  • melakukan beberapa pukulan kepada orang lain saat sedang tantrum, hal yang perlu di perhatikan lagi saat anak bunda sedang tantrum adalah apakah anak bunda sering memukuli bagian tubuh nya sendiri atau orang lain ya bunda, jika seperti itu coba bunda periksakan biasanya anak yang sering menyakiti atau melukai diri nya saat tantrum biasanya memiliki masalah kesehatan mental ya bunda.
  • Tidak bisa menenangkan diri sendiri, anak bunda yang sedang tantrum biasanya disebabkan keinginnanya untuk diperhatikan lebih oleh bunda nya. Namun mereka tidak mampu menyampaikan keinginan mereka, hingga membuat mereka lebih sering mengamuk atau tantrum. Untuk khasus ini bunda harus ekstra bersabar ya bunda dan di tuntut agar mampu menenangkan anak bunda dengan perhatian yang lembut ya bunda.

Beberapa hal yang harus bunda lakulan saat anak terkena tanrum

  • Mengendalikan diri sendiri, hal yang biasa bunda-bunda lakukan disaat tiba-tiba anak terkena tantrum adalah panik, malu jika di tempat umum dan tidak tau harus bagai mana,.namun hal itu salah ya bunda. Yang terpenting adalah bunda jangan sekali-kali terjebak dengan emosi bunda. Semakin kita memarahi anak,maka dia akan lebih sulit untuk di tenangkan bunda. Jadi poin terpenting adalah bunda harus tetap mengntrol emosi bunda.
  • Bunda harus selalu tenang, sikap bunda yang tenang akan membuat anak bunda lebih tenang juga. Sampaikan baik-baik kepada dia bahwa mengamuk seperti itu tidak lah baik. Coba bunda alihkan pikirannya sejenak kepada sesuatu hal yang menarik, jika anak bunda sedang tantrum di dalam ruangan, coba untuk ajak dia keluar menenangkan diri. Dan ingat ya bunda, kita harus selalu sabar menghadapi mereka yang sedang tantrum.
  • Cari tau apa penyebab anak tantrum, setelah bunda mampu menjaga emosi bunda dan bunda bisa lebih tenang cari tau penyebab tantrum anak, penyebab tantrum sangat bermacam-macam ya bunda terkadang hanya karena hal sepele. tanyakan kepada mereka mengapa mereka mengamuk, dan yang perlu diingat adalah tanyakan dengan cara berlahan-lahan dengan nada bicara yang santai ya bunda. Di saat bunda berbicara kepada anak usahakan tubuh bunda sejajar dengan anak. Karena dengan begitu dia merasa lebih dihargai bunda.
  • Jangan memarahi,  membentak atau memukul anak, anak tidak sepenuhnya salah jika dia mengalami tantrum, dan bunda juga tidak di salahkan jika menjadi lebih emosi saat melihat anak mengamuk tanpa bisa dihentikan. Namun harus tetap di jaga ya bunda jangan sampai hanya karena tantrum, bunda berteriak atau menyakiti tubuh anak bunda. Sebab semakin bunda mengeluarkan emosi bunda, maka anak akan terpacu semakin mengamuk kepada bunda.
  • Bunda bisa memeluk anak saat dia sedang tantrum, saat anak tantrum, bunda bisa sedikit menenangkan dia dengan pelukan bunda. Coba peluk dengan pandangan hangat kepada anak bunda, peluk dengan lembut anak bunda, biasanya anak akan lebih tenang saat berada pada pelukan bunda, selain itu dengan bunda memeluk akan meredam emosi bunda, jika dengan pelukan anak bunda bisa lebih tenang barilah bunda sampaikan bahwa mengamuk itu tidak lah baik, ajarkan anak untuk menyampaikan apa saja yang dia pikirkan atau dia inginkan secara baik.
  • Nasehati anak, setelah anak bunda dirasa benar-benar tenang, jangan langsung dinasehati ya bunda. Biarkan dia beristirahat. Jika diatantrum di tempat umum, biarkan dia melupakan sejenak tentang amukannya bunda dapat mengalihkan pikirannya dengan melihat-lihat hal yang menarik. Setelah santai beberapa saat di rumah bunda bisa mengajak ngobrol dengan anak secara pelan-pelan. Nasehati anak bahwa prilakunya tidak lah baik, dia harus merubah sikapnya jika dy masih sering mengamuk maka bunda bisa melakukan hukuman time out untuk si anak.

Alasan mengapa bunda dilarang memberhentikan dengan cepat saat anak tanrum.

Tidak sepenuhnya tantrum itu menyebalkan ya bunda. Sebenarnya tantrum memiliki peranan penting di dalam perkembangan emosi si anak bunda. Selain itu ada beberapa manfaat dari tantrum nya anak ni bunda. Yuk kita bahas apasaja manfaat nya bunda ;

Manfaat anak yang sedang tantrum

  • bisa lebih dekat dengan anak, dengan adanya tantrum bunda bisa lebih dekat lagi dengan si buah hati, terkadang anak akan berteriak menangis sambil berkarta “ade/ kakak ingin sendiri saja”. Jangan langsung ditinggal benar ya bunda, ia akan semakin mengamuk sebab sebenarnya saat tantrum terjadi si anak ingin lebih di perhatikan bunda dan lebih dekat dengan bunda.
  • Menangis membuat anak bunda lebih belajar, jangan pernah melarang anak menangis ya bunda, sebab salah satu fungsi menagis adalah untuk melampiaskan rasa tidak nyaman dan frustasi yang melanda si anak. Setelah anak menangis, biasanya mood si anak akan kembali baik bunda. Tugas bunda disini adalah membantu anak bunda untuk menjernihkan pikiran kembali, setelah anak berhenti mengamuk, bunda nasehati dengan lembut agar anak bisa belajar mengontrol emosi mereka.
  • Membuat anak bunda memiliki batasan mana yang boleh atau tidak boleh,   walaupun anak sedang tantrum bunda di harapkan untuk tetap tegas dengan anak. Jika menurut bunda hal yang di minta anak tidak baik maka katakan tidak. Mungkin dia akan mengamuk bunda, namun dengan bunda tetap konsisten dia akan semakin paham batasan apa yang tidak boleh ia lakukan.

Dari yang telah kita bahas tentang tantrum ini, bunda tentunya semakin pintar untuk menenangkan diri disaat si anak sedang tantrum. Selalu sabar ya bunda. Jangan menyerah kita sama dengan anak yaitu sama-sama dalam peroses belajar menjadi lebih baik. Salam dari kami, terimakasi telah membaca artikel kami, jangan lupa baca artikel lainnya ya bunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *