Bolehkah bunda menyusui disaat sedang hamil

oleh

Selamat beraktifitas para bunda-bunda. Mana ni bunda-bunda yang sedang menyusui atau memberika ASI pada buah hatinya.. Aktifitas yang sangat luar biasa ya bunda. Namun di pertengahan kegiatan menyusui tiba-tiba ada kendala ni bunda. Teryata bunda hamil kembali. Wow… Walaupun banyak dokter yang menyatakan aktifitas pemberian ASI bisa dijadikan sebagai KB alami namun tidak menuntut kemungkinan ya bunda bisa hamil lagi. Ada juga ni bunda, yang bertanya “saya belum mengalami haid setelah melahirkan, kok bisa hamil ya?”. Hal seperti itu pun bisa terjadi ya bunda. Jika bunda telah mengalami masa ovulasi atau pelepasan sel telur kemudian di buahi oleh sperma akan di pastikan bunda bisa hamil. Istilah bahasa jawanya sering di sebut dengan kesundulan ya bunda.

Yang menjadi pertanya an besar bunda adalah, ” Ketika saya sedang menyusui, kemudian hamil lagi, apakah saya harus memberhentikan aktifitas menyusui saya?”.

Atau pertanyaan lain “baik kah buat kehamilan saya jika saya tetap menyusui?”.

Oleh karena itu, yuk bunda kita coba membahas bersama boleh yidak ya bunda memberikan asi ketika bunda sedang mengandung.

Bolehkah menyusui disaat bunda sedang hamil

Apabila bunda telah terlanjur hamil di saat bunda sedang menyusui, bunda tetap di perbolehkan untuk menyusui bayi bunda. Kegiatan menyusui disaat bunda hamil sering disebut dengan tandem nursing.

Namun ketika bunda memilih untuk tetap menyusui di saat hamil bunda harus memperhatikan beberapa hal ya bunda terutama kebutuhan nutrisi bunda. Nutrisi yang di dioerlukan harus lebih banyak ya bunda. Selain nutrisi yang harus diperhatikan ada beberapa faktor lagi ni bunda yang harus bunda perhatikan. Diantaranya adalah :

Beberapa hal yang harus bunda ketahui jika bunda menyusui saat hamil

  1. Disaat bunda menyusui, bunda melepaskan hormon oksitosin, hormon ini juga bertugas merangsang persalinan, jadi bunda perlu menyusui dengan tepat agar tidak trtlalu trrangsang dan melepaskan hormon oksitosin lebih banyak hingga membuat perut bunda terasa mengalami kontraksi.
  2. Di kehilan bunda yang memasuki trimester ke 2 akan mempengaruhi jumlah ASI yang dihasilkan selain itu, rasa ASI bunda akan berubah, sehingga hal yang wajar ya bunda jika anak bunda akan menolak untuk disusui.
  3. Bunda sedang memperjuangkan 2 nuah hati bunda, sehingga bunda diharapkan untuk memperbanyak makanan yang mengandung nutrisi lengkap dan memperbanyak minum air putih ya bunda.
  4.  Jika bunda di minta oleh dokter memberhentikan kegiatan memberikan asi, sebaiknya bunda ikuti ya bunda
  5. Jika bunda hamil bayi kembar maka sebaiknya bunda memberhentikan kegiatan memberikan ASI ya bunda.

Beberapa faktor yang membuat bunda harus memberhentikan pemberian ASI

Selama bunda merasa tidak ada kendala atau masalah pada kehamilan bunda maka bunda tidak perlu memberhentikan kegiatan pemberian ASI kepada anak nya bunda.namun jangan sekali-kali tidak menurut apa kata dokter ya bunda. Ada beberapa faktor yang membuat bunda harus memberhentikan menyusui di saat hamil, dianyaranya adalah :

  1. Jika bunda pernah mengalami tiwayat keguguran, biasanya dokter akan melarang nunda untuk menyusui di saat hamil.
  2. Bunda didiagnosis memiliki kehamilan berisiko tinggi atau bunda di prediksi akan melahirkan prematur.
  3. Bunda yang sedang hamil kembar juga tidak diperbolehkan melakukan pemberian asi pada anak bunda
  4. Bunda mengalami pendarahan pada vagina.
  5. Disaat dokter bunda melarang bunda untuk berhubungan seks atau memainkan puting susu. Sebab menyusui dapat menuebabkan bunda mengalami kontraksi seperti berhubungan seks.

Selain faktor yang membuat bunda harus memberhentikan memberikan asi kepada anak bunda di saat bunda hamil. Bunda harus memperhatikan cara-cara menyusui yang tepat di saat bunda hamil.

 Cara menyusui yang tepat di saat bunda sedang hamil  adalah :

  • Jika anak bunda telah berusia 6 blan maka, hal terpenting adalah memberikan anak MPASI, jika anak makan dengan lahap bunda bisa memberikannya 3x sehari, dengan keadaan perut anak kenyang, ia akan sangat jarang meminta susu ke pada bunda
  • Perhatikan durasi lama nya kakak menyusui, bunda diharapkan untuk tidak menyusui kakak terlalu lama. Jika terlalu lama puting bunda akan tetasa sakit, sebab di saat hamil payudara bunda akan lebih sensitif, jika puting tetasa sakit akan berakibat timbulnya kontraksi ringan pada perut bunda.
  • Bunda harus lebih hati-hati di saat memposisikan kakak di saat menyusui, karena mengingat kondisi bunda sedang mengamdung jangan sampai bunda menjadi lebih tidak nyaman. Selaiin itu jika kakak tetlalu kuat mengisap asi nya maka bunda bisa melepas kan secara berlahan-lahan terlebih dahulu. Ketidak nyaman an pada payudara bunda yang lumayan membengkak karena hormon kehamilan bunda, membuat bunda harus lebih berhati-hati lagi.
  • Jika bisa bunda diharapkan mengurangi kebiasaan menyusui di malam hari. Karena bunda hanya mengonsumsi makanan di sore hari di saat bunda tertidur janin bunda tetap memerlukan makanan bernutrisi dari bunda. Jika kakak tetap menyusu maka kemungkinan bayi bunda akan kekurangan nutrisi.
  • Selain itu bunda juga harus tetap menjaga mood dan emosi bunda. Melalukan pemberian asi di saat hamil sedikit lebih melelahkan di bandingkan bunda tidak hamil. Jadi jika bunda memilih untuk teyap menyusui bunda harus tetap rileks. Karena jika bunda sering emosi akan berpengaruh buruk terhadap perkembangan janin bunda.

Siapa yang lebih penting dan rentan kehamilan atau anak bunda

Ini hanya sebagai pandangan dan acuhan buat bunda saja ya bunda. Untuk keputusan bunda teyap memberikan asi atau tidak kepada bayi bunda adalah hak bunda. Bunda, memberikan asi kepada anak adalah sesuatu hal yang wajib dan kekuatan tersendiri untuk bunda. Namun selain kakak yang telah terlahir ke dunia tinggal bagai mana kita menjaganya agar dia tetap sehat ada janin bunda yang masih sangat rentan, kita tidak bisa melihat perkembangannya di setiap waktu kita hanya bisa berdoa agar janin kita selalu sehat dan terpenuhi semua asupan nutrisi nya. Ada banyak hal yang melelahkan yang akan bunda lalui, bunda harus benar-benar menjaga nutrisi yang bunda makan karena akan terbagi-bagi untuk asi dan janin, bunda harus tetap sehat agar janin bunda tidak lemah dan bunda tetap bisa memberikan asi.

Aktifitas yang padat, aktifiras yang menguras tenaga, emosi dan ketenagan bunda akan datang. Namun jika bunda tetap ingn melakukan pemberian asi maka bunda harus lebih peduli terhadap diri bunda. Semuanya akan indah saat dijalankan dengan iklas, dan jagan memaksakan diri ya bunda. Salam hangat dari kami, semoga artikel kami bermanfaat, dan jangan lupa membaca aftikel lainnya bunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *